Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Politik Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Dunia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Sejarah bank dunia dan pengaruh dollar


Sebagai titik awal pembahasan, saya akan mencoba memaparkan sejarah keuangan dunia.

I. Awal sistem keuangan internasional

Penentuan awal dimulainya sistem moneter internasional memang terdapat perbedaan diantara para penulis.[2] Gost, Gulde da Wolf (2002) mengelompokkan sejarah sistem moneter internasional atas enam periode yaitu:
· Periode standar emas (Gold Standard)
· Periode dismal (Dismal Period)
· Periode standar tukar emas (Gold Exchange Standard)
· Periode nasionalisme moneter (Monetary Nasionalism)
· Periode sistem Bretton Woods (Bretton Woods Sistem)
· Periode Setelah Bretton Woods (Post-Bretton Woods Period)

Namun penulis lain (Copeland, 1989) mengelompokkan berbagai periode sistem moneter internasional dalam empat periode, yaitu:
· Periode standar emas (Gold Standar)
· Periode sistem Bretton Woods (Bretton Woods sistem)
· Periode setelah Bretton Woods (Post-Bretton Woods Period)

Berikut ini akan dipaparkan periodesasi sistem moneter internasional menurut Copeland. Pendapat Copeland dipilih karena lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca.

1. Periode standar standar emas, 1870 – 1914

Muncul pada tahun 1870, dimana pemerintah Inggris menetapkan nilai poundsterling dengan emas. Karena perkembangan industri dan perdagangan dunia yang berkembang pada abad 19 serta diperkuat dengan ditemukannya tambang emas di Amerika dan Afrika, maka sistem standar emas dipakai oleh banyak negara hingga Perang Dunia I.[3] Sistem ini sangat penting bagi sebuah negara untuk mempertahankan cadangan emas yang cukup untuk mendukung nilai mata uangnya. Sistem ini juga memiliki efek secara implisit membatasi nilai tukar dimana masing-masing negara dapat memperluas cadangan uangnya.
Standar emas berfungsi cukup baik sampai meletusnya perang dunia I mengiterupsi aliran perdagangan dan pergerakan emas secara bebas. Ini menyebabkan negara-negaradagang utama menghentikan operasi standar emas.

2. Periode sistem Bretton Woods, 1944 – 1973

Pertemuan Bretton Woods yang dihadiri oleh Wakil-wakil dari 44 negara dan
diselenggarakan pada tahun 1944 di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat, berhasil disepakatinya pembentukan tiga buah lembaga ekonomi internasional seperti Bank Dunia yang pada dasarnya diciptakan dengan tugas utama menggiatkan serta mempengaruhi arah aliran modal antar negara.
Perjanjian ekonomi ini dilakukan setelah Perang Dunia ke-2. Pada masa itu, akibat perang, negara2 di Eropa mengalami kebangkrutan/defisit finansial akibat pembiayaan perang. Sebaliknya Amerika Serikat (AS) memiliki cadangan emas yang luar biasa melimpah. Senilai $25 Milyar. Karena kekayaan melimpah tersebut, AS dgn leluasa membuat perjanjian Bretton Wood yang menciptakan suatu system pertukaran mata uang tetap yang disebut dengan “Fixed Exchange Rate System“, yang mempunyai beberapa persamaan dengan standar emas, dimana memuat ketentuan :

1. Tiap negara menetapkan nilai tukarnya terhadap mata uang USD;
2. Amerika menetapkan nilai USD terhadap emas (USD 35/ounce);
3. Amerika akan menjual emas dengan harga tetap kepada pemegang resmi dari mata uang USD;
4. Perubahan nilai tukar mata uang terhadap USD tidak boleh melebihi 1%, bila terpaksa bisa sampai max 10%.

pada intinya adalah mengkaitkan nilai dolar senilai $1=1/35 ons emas, serta menjadikan dollar sebagai mata uang kunci di dunia sehingga semua negara wajib menggunakan dollar atau emas sebagai devisa. Sebagai tambahan, dalam masa ini, rakyat AS DILARANG mengklaim/menukar dolar-nya dengan emas. Emas dari klaim dollar hanya boleh beredar antara bank central dan pemerintah negara. Emas kini menjadi uang antar pemerintahan.

Sejak saat itu negara – negara di dunia serta Amerika mulai tumbuh dengan pesat dan dua tahun setelah konferensi tersebut, didirikan lembaga moneter internasional & Bank Dunia yang kita kenal saat ini dengan IMF (International Monetary Fund) dan Word Bank, untuk mengawasi system tersebut meliputi antara lain masalah penetapan kurs devisa, pemeliharaan kurs devisa, membantu negara-negara anggota dalam menghadapi kesulitan neraca pembayaran, dan sebagainya.


3. Periode Setelah Bretton Woods, 1973 – saat ini

Pada periode tahun 1960-an, karena kebijakan Amerika yang inflatif salah satunya dikarenakan keterlibatan mereka dalam perang vietnam, mengakibatkan Amerika mulai mencetak dollar melebihi jumlah cadangan emasnya. Selama beberapa waktu, sehingga terjadi defisit neraca pembayaran. Efek inflasi yang dihasilkannya membuat beberapa negara Eropa khawatir apakah AS dapat membayar emas-nya. Dimulai oleh Perancis yang mulai mengklaim emas atas cadangan dollar yang dimilikinya, sehingga memaksa Amerika melepaskan cadangan emasnya sebesar USD 18 billion, negara2 lain pun mulai ikut mengklaim emas mereka. Pada periode tahun 1970-an, amerika kembali harus melepaskan cadangan emasnya sebesar USD 11 billion. Buruknya perekonomian Amerika pada waktu itu menyebabkan masyarakat dunia kurang percaya terhadap USD. Dan di negara yang memiliki mata uang yang kuat karena memiliki cadangan emas yang cukup seperti Swiss dan Jerman, mereka menukarkan USD-nya dengan mata uang mereka yaitu CHF dan MDK. Hal ini menyebabkan hutang jangka pendek yang hampir jatuh tempo di Amerika mencapai hampir dua kali cadangan emasnya.

Selama beberapa tahun, kejadian ini membuat stok emas AS menipis hingga tersisa sekitar $9Milyar. Dengan cadangan yang berkurang jauh tersebut, AS khawatir mereka tidak dapat lagi memenuhi janjinya untuk membayar 1 ons emas dengan harga $35, karena banyaknya jumlah dollar yang beredar. Apalagi negara2 lain terus mengklaim emas mereka.

Untuk mencegah jangan sampai seluruh cadangan emas moneternya meninggalkan perekonomiannya, maka pada tanggal 15 Agustus 1971 pemerintah Amerika serikat (Pemerintahan Presiden Nixon) MENCABUT konvertibilitas mata uang US $ nya terhadap emas, yang selanjutnya diikuti dengan kebijakan pengurangan bantuan luar negeri sebesar 10%, pengenaan "surcharge" terhadap barang-barang impor dan kebijakan pengembangan kurs dollar dinyatakan dalam mata uang negara lain.

Dengan adanya tindakan yang dilakukan oleh amerika serikat tersebut, maka pada bulan Desember 1971 diadakan pertemuan "Smithsonian Agreement". Kesepakatan-kesepakatan yang diambil salah satunya adalah
US $ didevaluasi, dari semula satu ons emas = US $35 menjadi US $38. Sekalipun ada "Smithsonian Agreement", Amerika serikat tetap pada sikapnya, yaitu tidak mau mengkonvertibelkan US $ nya terhadap emas. Pada tanggal 12 Februari 1973 Amerika serikat kembali men devaluasikan mata uangnya, yaitu US $42,22 per ons emas. Dengan membiarkan mata uangnya tetap mengambang terhadap mata uang-mata uang lain dan mata uang US $ tetap diperlakukan tidak kovertibel terhadap emas hingga sekarang.

II. Sistem keuangan internasional saat ini


Saat ini organisasi Bank Dunia memiliki anggota sebanyak 184 anggota. Semua anggota organisasi keuangan Bank Dunia itu merupakan pemegang saham di Bank Dunia. Jika suatu negara ingin menjadi anggota Bank Dunia, negara tersebut haraus bergabung dulu dengan organisasi keuangan internasional Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF).
Ukuran besaran saham yang dipegang suatu Negara sama dengan saham yang ada di IMF. Besaran saham yang ada di Bank Dunia dan IMF bergantung pada ukuran atau kemajuan ekonomi suatu negara anggota Bank Dunia.
Jika menjadi anggota organisasi keuangan Bank Dunia, semua anggota Bank Dunia mempunyai kewajiban untuk membayar iuran wajib. Iuaran wajib sebuah negara pada Bank Dunia ini setara dengan 88,29% dari jatah suatu negara yang dibayarkan pada organisasi Dana Moneter Internasional atau IMF.
Selain biaya wajib yang dibayarkan anggota pada Bank Dunia, anggota Bank Dunia pun wajib untuk membeli saham Bank Dunia, minimal 6 % saham Bank Bunia. Pembelian saham Bank Dunia ini harus dibayar dalam bentuk Dollar dan mata uang nagera pembeli saham Bank Dunia. Hitungannya, 0, 60 % pembelian saham Bank Dunia dibayar dengan menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat dan 5, 40 % dibayar dengan mata uang lokal negara tersebut.
Organisasi keuangan internasional Bank Dunia ini dipimpin oleh seorang presiden. Presiden Bank Dunia ini berasal dari negara yang memiliki saham terbesar di Bank Dunia, yaitu Amerika Serikat. Presiden Bank Dunia ini memiliki wakil-wakil yang tergabung dalam dewan gubernur Bank Dunia.
Ada 5 negara yang memiliki sahan terbesar di Bank Dunia, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, dan Jepang. Mengenai dana operasional, organisasi keuangan internasional Bank Dunia memperoleh dana dari negara-negara dengan nilai ekonomi yang tinggi dan dari penerbitan obligasi di pasar modal dunia.

Sabtu, 30 Juli 2011

Kehadiran Nazi di Indonesia yang Terlupakan

BERKECAMUKNYA Perang Dunia II Teater Asia-Pasifik, yang terjadi di Indonesia, diwarnai kehadiran pasukan Nazi Jerman. Aksi mereka dilakukan usai menyerahnya Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang, 8 Maret tahun 1942, atau 64 tahun silam. Namun, kehadiran Nazi Jerman ke Indonesia seakan terlupakan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia, secara umum melalui aksi sejumlah kapal selam (u-boat/u-boote) di Samudra Hindia, Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Malaka, pada kurun waktu tahun 1943-1945. Sebanyak 23 u-boat mondar-mandir di perairan Indonesia, Malaysia, dan Australia, dengan pangkalan bersama Jepang, di Jakarta, Sabang, dan Penang, yang diberangkatkan dari daerah pendudukan di Brest dan Bordeaux (Prancis) Januari-Juni 1943.

Beroperasinya sejumlah u-boat di kawasan Timur Jauh, merupakan perintah Fuehrer Adolf Hitler kepada Panglima Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine), Admiral Karl Doenitz. Tujuannya, membuka blokade lawan, juga membawa mesin presisi, mesin pesawat terbang, serta berbagai peralatan industri lainnya, yang dibutuhkan "kawan sejawatnya", Jepang yang sedang menduduki Indonesia dan Malaysia. Sepulangnya dari sana, berbagai kapal selam itu bertugas mengawal kapal yang membawa "oleh-oleh" dari Indonesia dan Malaysia, hasil perkebunan berupa karet alam, kina, serat-seratan, dll., untuk keperluan industri perang Jerman di Eropa.

Pada awalnya, kapal selam Jerman yang ditugaskan ke Samudra Hindia dengan tujuan awal ke Penang berjumlah 15 buah, terdiri U-177, U-196, U-198, U-852, U-859, U-860, U-861, U-863, dan U-871 (semuanya dari Type IXD2), U-510, U-537, U-843 (Type IXC), U-1059 dan U-1062 (Type VIIF). Jumlahnya kemudian bertambah dengan kehadiran U-862 (Type IXD2), yang pindah pangkalan ke Jakarta.

Ini disusul U-195 (Type IXD1) dan U-219 (Type XB), yang mulai menggunakan Jakarta sebagai pangkalan pada Januari 1945. Sejak itu, berduyun-duyun kapal selam Jerman lainnya yang masih berpangkalan di Penang dan Sabang ikut pindah pangkalan ke Jakarta, sehingga Jepang kemudian memindahkan kapal selamnya ke Surabaya.

Adalah U-862 yang dikomandani Heinrich Timm, yang tercatat paling sukses beraksi di wilayah Indonesia. Berangkat dari Jakarta dan kemudian selamat pulang ke tempat asal, untuk menenggelamkan kapal Sekutu di Samudra Hindia, Laut Jawa, sampai Pantai Australia.

Nasib sial nyaris dialami U-862 saat bertugas di permukaan wilayah Samudra Hindia. Gara-gara melakukan manuver yang salah, kapal selam itu nyaris mengalami "senjata makan tuan", dari sebuah torpedo jenis homming akustik T5/G7 Zaunkving yang diluncurkannya. Untungnya, U-862 buru-buru menyelam secara darurat, sehingga torpedo itu kemudian meleset.

Usai Jerman menyerah kepada pasukan Sekutu, 6 Mei 1945, U-862 pindah pangkalan dari Jakarta ke Singapura. Pada Juli 1945, U-862 dihibahkan kepada AL Jepang, dan berganti kode menjadi I-502. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu, Agustus tahun yang sama. Riwayat U-862 berakhir 13 Februari 1946 karena dihancurkan pasukan Sekutu di Singapura. Para awak U-862 sendiri semuanya selamat dan kembali ke tanah air mereka beberapa tahun usai perang.

Dilindungi pribumi

Usai Jerman menyerah kepada Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945, berbagai kapal selam yang masih berfungsi, kemudian dihibahkan kepada AL Jepang untuk kemudian dipergunakan lagi, sampai akhirnya Jepang takluk pada 15 Agustus 1945 usai dibom nuklir oleh Amerika.

Setelah peristiwa itu, sejumlah tentara Jerman yang ada di Indonesia menjadi luntang-lantung tidak punya kerjaan. Orang-orang Jerman mengambil inisiatif agar dapat dikenali pejuang Indonesia dan tidak keliru disangka orang Belanda. Caranya, mereka membuat tanda atribut yang diambil dari seragamnya dengan menggunakan lambang Elang Negara Jerman pada bagian lengan baju mereka.

Para tentara Jerman yang tadinya berpangkalan di Jakarta dan Surabaya, pindah bermukim ke Perkebunan Cikopo, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Mereka semua kemudian menanggalkan seragam mereka dan hidup sebagai "warga sipil" di sana.

Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka, mengisahkan, pada awal September 1945 sebuah Resimen Ghurka-Inggris di bawah komandan perwira asal Skotlandia datang ke Pulau Jawa. Mereka kaget menemukan tentara Jerman di Perkebunan Cikopo.

Sang komandan bertanya kepada Mayor Angkatan Laut Jerman, Burghagen yang menjadi kokolot di sana, untuk mencari tempat penampungan di Bogor.

Menggunakan 50 truk eks pasukan Jepang, orang-orang Jerman di Perkebunan Cikopo itu dipindahkan ke tempat penampungan di Bogor. Namun mereka harus kembali mengenakan seragam mereka, memegang senjata yang disediakan pasukan Inggris, untuk melindungi tempat penampungan yang semula ditempati orang-orang Belanda.

Saat itu, menurut dia, di tempat penampungan banyak orang Belanda yang mengeluh, karena mereka "dijaga" oleh orang Jerman. "Pada malam hari pertama menginap, langsung terjadi saling tembak namun tak ada korban. Ternyata,orang-orang Indonesia menyangka orang Jerman telah tertangkap oleh pasukan.Sekutu, dan mereka berusaha membebaskan orang-orang Jerman itu," kata Zahorka.

Setelah peristiwa itu, Inggris menyerahkan sekira 260 tentara Jerman kepada Belanda yang kemudian ditawan di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu.

Tercatat pula, beberapa tentara Jerman melarikan diri dari Pulau Onrust, dengan berenang menyeberang ke pulau lain. Di antaranya, pilot pesawat angkatan laut bernama Werner dan sahabatnya Lvsche dari U-219.

Selama pelarian, mereka bergabung dengan pejuang kemerdekaan Indonesia di Pulau Jawa, bekerja sama melawan Belanda yang ingin kembali menjajah. Lvsche kemudian meninggal, konon akibat kecelakaan saat merakit pelontar api

Wawancara dengan Herwig Zahorka
Peperangan Hanya Membawa Kesia-siaan

TAK banyak yang tahu kalau tentara Nazi Jerman pernah datang ke Indonesia. Untuk mengetahui sekelumit sejarahnya, berikut wawancara dengan pengamat sejarah militer Jerman yang tinggal di Indonesia, Herwig Zahorka (72).

Mengapa pasukan Jerman ”berkelana” ke Timur Jauh sampai ke Indonesia?

Asas manfaat, diketahui, saat itu Jerman saling mendukung dengan Jepang dan Italia. Kebetulan, Jerman membutuhkan barang-barang untuk diimpor dengan pendapatan dari pulau yang diduduki Jepang. Repotnya, Asia Tenggara tengah diblokade Armada Sekutu, untuk menembusnya Jerman mengandalkan kapal selam sebagai cara efektif.

Jerman diperbolehkan mengambil bahan-bahan yang diperlukan di Eropa, karet, kina, timah, molybdan, wolfram, lemak, madat, yodium, dan agar-agar, serta bahan penting untuk warna cat penerbangan. Apalagi, banyak perkebunan dan pertambangan di Pulau Jawa, termasuk Jabar, yang dimiliki orang Jerman.

Di tengah tingginya nasionalisme bangsa Indonesia ingin lepas dari penjajahan Belanda dan Jepang, apakah ada peran secara langsung maupun tak langsung dari pasukan Jerman?

Benar, walau tanpa sengaja. Ini terjadi tanggal 16 Agustus malam, Soekarno dengan Moh. Hatta harus membuat tulisan tangan untuk teks Proklamasi, untuk dibacakan keesokan harinya. Untuk kepastian keamanan, mereka membuatnya di tempat kediaman Laksamana Maeda.

Pagi hari 17 Agustus, teks Proklamasi diketik di sana, namun yang ada hanya mesin tik Jepang yang tak ada huruf latin. Untungnya, di Kantor Komandan Angkatan Laut Jerman di Jakarta yang saat itu masih dipimpin Mayor AL Dr. Kandeler, masih ada mesin tik dengan tombol huruf latin. Segera saja, beberapa orang langsung menuju ke sana dengan menggunakan kendaraan jip milik sekretarisnya Laksamana Maeda, Satzuki Mishima, untuk ”meminjam” mesin tik itu. Alhasil, beberapa jam kemudian, naskah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, telah dibacakan oleh Soekarno.

Dokumen Proklamasi aslinya diketik oleh Sajuti Melik dengan mesin tik Angkatan Laut Jerman. Mesin tik tersebut sekarang berada di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, namun dari sini ceritanya menjadi banyak keganjilan.

Setelah 61 tahun, kehadiran Jerman di Indonesia dapat disaksikan melalui makam di Arca Domas. Apakah pemerintah Jerman menjadikan makam itu sebagai ”aset sejarah bangsa” di luar negeri?

Tentu saja, malahan pemerintah kami sangat memperhatikan keberadaannya. Makam tentara di Arca Domas sebenarnya dapat lebih terawat lagi, karena negara kami memiliki organisasi perawatan taman makam pahlawan Jerman yang berada di seluruh dunia. Sayangnya, karena peraturan pemerintah Indonesia tidak memperbolehkan makam di Arca Domas dapat dibeli.

Adalah rasa kedekatan dengan para pahlawan bangsa kami walau jauh dari tanah air, karena ”kami memiliki sahabat” yang kini sudah menyatu dengan atmosfer alam tropis. Walaupun kemudian, keberadaan makam di Arca Domas menyadarkan banyak pihak, peperangan akhirnya hanya membawa kesia-siaan. (Kodar Solihat/”PR”)***

Arca Domas, Kenangan Tentara Jerman di Indonesia

JIKA ditempuh dari jalan raya Cikopo Selatan, perlu waktu sekira setengah jam untuk sampai ke lokasi makam di Kampung Arca Domas, Desa Sukaresmi, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Akan tetapi, kendaraan harus "berjibaku" dulu menempuh jalan berbatu tanpa aspal dengan jurang di satu sisi.

MAKAM sepuluh orang angkatan laut Nazi Jerman, dua di antaranya awak kapal selam U-195 dan U-196, di Kampung Arca Domas Desa Sukaresmi Kab. Bogor, menjadi saksi bisu kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia pada Perang Dunia II. Anehnya, tidak banyak warga setempat yang tahu keberadaan makam tentara Jerman tersebut. Mereka hanya tahu ada tempat pemakaman di ujung jalan. Padahal, di tempat terpencil itu terbaring jasad sepuluh tentara Angkatan Laut Nazi Jerman (Kriegsmarine) yang meninggal di Indonesia, sesaat setelah Jepang menyerah pada Sekutu, Agustus 1945.

Luas areal pemakaman yang diteduhi pohon kamboja itu, kira-kira 300 meter persegi. Sekeliling makam ditumbuhi tanaman pagar setinggi satu meter. Pintu masuknya dihalangi pagar bambu. Dekat pintu masuk, berdiri tugu peringatan Deutscher Soldatenfriedhof yang dibangun Kedubes Republik Federal Jerman di Jakarta untuk menghormati prajurit Jerman yang gugur.

Mereka adalah Komandan U-195 Friederich Steinfeld dan awak U-195, Dr Heinz Haake. Lainnya adalah pelaut Jerman, Willi Petschow, W. Martens, Wilhelm Jens, Hermann Tangermann, Willi Schlummer, Schiffszimmermann (tukang kayu kapal laut) Eduard Onnen. Dua nisan terpisah adalah makam tentara tidak dikenal (Unbekannt).

Makam itu terletak di lahan Afdeling Cikopo Selatan II Perkebunan Gunung Mas. Dahulu, makam itu dirawat PT Perkebunan XII (kini PT Perkebunan Nusantara VIII) selaku pengelola Perkebunan Gunung Mas, namun sejak beberapa tahun terakhir perawatan makam dibiayai pemerintah Jerman. Lahan yang bersebelahan dengan makam tadinya areal tanaman teh dan kina. Akan tetapi, tanaman tersebut habis dijarah, beberapa tahun lalu.

Pengamat sejarah militer Jerman di Indonesia, Herwig Zahorka yang dihubungi "PR", mengatakan, Letnan Friederich Steinfeld meninggal di Surabaya akibat disentri dan kurang gizi saat ditawan Sekutu. Keterangan ini diperoleh dari mantan awak U-195 yang bermukim di Austria, Peter Marl (82tahun) dan mantan awak U-195 lainnya, Martin Mueller yang datang ke makam tahun 1999.

Sedangkan Letnan Satu Laut Willi Schlummer dan Letnan Insinyur Wilhelm Jens, tewas dibunuh pejuang kemerdekaan Indonesia dalam Gedung Jerman di Bogor, 12 Oktober 1945. Kemungkinan, mereka disangka orang Belanda apalagi aksen bahasanya mirip.

Letnan Laut W. Martens terbunuh dalam perjalanan kereta api dari Jakarta ke Bogor. Kopral Satu Willi Petschow meninggal 29 September, karena sakit saat di Perkebunan Cikopo, serta Letnan Kapten Herman Tangermann meninggal karena kecelakaan pada 23 Agustus tahun yang sama.

"Kendati saat itu terjadi salah sasaran karena disangka orang Belanda, namun kemudian banyak orang Indonesia mengenali ternyata mereka orang Jerman. Ini kemudian menjadikan hubungan tersebut menjadi persaudaraan," kata Zahorka, pensiunan direktur kehutanan Jerman, yang bermukim di Bogor dan menikahi wanita Indonesia.

Mengenai keberadaan dua arca di makam tersebut, Zahorka mengatakan, arca-arca itu sengaja disimpan sebagai penghormatan kepada budaya warga setempat.

Warga Kampung Arca Domas, Abah Sa'ad (76 th), seorang saksi hidup peristiwa penguburan tentara Jerman di kampungnya, Oktober 1945. Saat itu, usianya 15 tahun. Ia ingat, prosesi pemakaman dilakukan puluhan tentara Nazi Jerman secara kemiliteran. Peristiwa itu mengundang perhatian warga.

"Waktu itu, masyarakat tidak boleh men-dekat. Dari kejauhan, tampak empat peti mati diusung tentara Jerman, serta sebuah kendi yang katanya berisi abu jenazah. Tentara Jerman itu berpakaian putih, dengan dipimpin seorang yang tampaknya komandan mereka karena menggunakan topi pet," tuturnya.

Sepengetahuan Abah Sa'ad, mulanya, makam tentara Jerman itu hanya ditandai nisan salib biasa, sampai kemudian ada yang memperbaiki makam itu seperti sekarang.

Keasrian dan kebersihan makam tersebut tidak lepas dari peran penunggu makam, Mak Emma (65) yang dibiayai Kedubes Jerman dua kali setahun. " Biasanya, setiap tahun ada warga Jerman yang menjenguk makam pahlawan negaranya itu," ujarnya.

Namun, dia kurang tahu sejarah makam itu karena baru diboyong suaminya (pensiunan karyawan Perkebunan Gunung Mas) 10 tahun lalu. Ia meneruskan pekerjaan suaminya (alm.) menjadi kuncen.

Jakarta Pernah Disinggahi Senjata Nuklir

U-195 dan U-219 Nyaris Ubah Sejarah

DARI berbagai kapal selam Jerman yang beraksi di Indonesia adalah U-195 dan U-219 yang bisa mengubah sejarah di Asia-Pasifik, jika Jerman dan Jepang tidak keburu kalah. Kedua kapal selam itu membawa uranium dan roket Nazi Jerman, V-2, dalam keadaan terpisah ke Jakarta, untuk dikembangkan pada projek senjata nuklir pasukan Jepang di bawah pimpinan Jenderal Toranouke Kawashima.

Ini merupakan langkah Jerman membantu Jepang, yang berlomba dengan Amerika Serikat dalam membuat senjata nuklir untuk memenangkan Perang Dunia II di Kawasan Asia-Pasifik. Rencananya, projek senjata nuklir Jepang untuk ditembakkan ke wilayah Amerika Serikat.

Kapal selam U-195 tiba di Jakarta pada 28 Desember 1944 dan U-219 pada 11 Desember 1944. Richard Besant dalam bukunya berjudul Stalin's Silver dan Robert K Wilcox dalam Japan's Secret War, hanya menyebutkan, kedua kapal selam itu membawa total 12 roket V-2 dan uranium ke Jakarta.

Namun, berbagai catatan tentang diangkutnya uranium dan roket V-2 untuk Jepang itu melalui Indonesia, hanya berhenti sampai ke Jakarta. Seiring menyerahnya Jerman kepada pasukan Sekutu di Eropa pada 8 Mei 1945, keberadaannya tidak jelas lagi.

Sementara itu, projek senjata nuklir Jepang di Hungnam, bagian utara Korea, sudah menguji senjata nuklirnya sepekan lebih cepat dari Amerika Serikat. Namun Jepang kesulitan melanjutkan pengembangan, karena untuk material pendukung harus menunggu dari Jerman.

Kapal selam U-195 dan U-219 kemudian dihancurkan pasukan sekutu, saat keduanya sudah berpindah tangan ke Angkatan Laut Jepang. Sebagian awak U- 95 sendiri, ada yang kemudian meninggal dan dimakamkan di Indonesia.

Kapal U-195 (Type IXD1) dikomandani Friedrich Steinfeld, selama tugasnya sukses menenggelamkan dua kapal sekutu total bobot mati 14.391 GRT dan merusak sebuah kapal lainnya yang berbobot 6.797 GRT. Kapal selam itu kemudian dihibahkan ke AL Jepang di Jakarta pada Mei 1945 dan berubah menjadi I-506 pada 15 Juli 1945. Kapal ini kemudian dirampas Pasukan Sekutu di Surabaya pada Agustus 1945 lalu dihancurkan tahun 1947.

Sedangkan U-219 (Type XB) dikomandani Walter Burghagen, yang selama aksinya belum pernah menenggelamkan kapal musuh. Kapal selam ini kemudian dihibahkan ke AL Jepang di Jakarta, lalu pada 8 Mei 1945 berubah menjadi I-505. Usai Jepang menyerah Agustus 1945, I-505 dirampas Pasukan Sekutu lalu dihancurkan di Selat Sunda oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1948.

Kisah aksi tugas kapal selam Jerman selama perang Dunia II juga menjadi ilham dibuatnya film berjudul "Das-Boot," yang dirilis di Jerman tahun 1981. Salah satu nara sumber autentik mengenai kehidupan para awak u-boat, adalah mantan perwira pertama dari U-219, Hans Joachim Krug, yang kemudian menjadi konsultan film itu.

Tak heran, pada film berdurasi 145 menit tersebut, para awak kapal selam Jerman tergambarkan secara autentik. Pergi berpenampilan rapi namun pulang dalam keadaan dekil, maklum saja karena berhari-hari bahkan berminggu-minggu di dalam air, mereka jarang mandi sehingga janggut, kumis, dan rambut pun cepat tumbuh.

U-234

Sementara itu, pada jalur pelayaran lain, U-234 yang juga dari Type XB berangkat menuju Jepang melalui Lautan Artik menjelang Mei 1945. Kapal selam itu juga mengangkut komponen roket V2 dan 500 kg uranium untuk projek nuklir pasukan Jepang, serta membawa pesawat tempur jet Me262.

Kapal U-234 membawa Jenderal Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe), sejumlah rancangan senjata paling mutakhir Jerman saat itu, serta dua orang perwira Jepang. Selama perjalanan, sejumlah kapal perang dan pesawat Sekutu mencoba menenggelamkan U-234.

Usai Jerman menyerah, 8 Mei 1945, sejumlah awak U-234 memutuskan menyerah kepada pasukan Amerika Serikat. Dari sini cerita berkembang, pasukan Amerika mendapati kapal selam itu membawa uranium yang kemudian digunakan untuk projek Manhattan dalam produksi bom nuklir mereka.

Muncul kemudian spekulasi, bom nuklir yang berbahan uranium dari U-234 itu, kemudian digunakan Amerika untuk mengebom Nagasaki dan Hiroshima Jepang pada Agustus 1945.

[b]Misteri Hilangnya U-196 di Laut Kidul[/b]

DARI sejumlah kapal selam Jerman yang beraksi di perairan Indonesia, adalah U-196 yang masih menyimpan misteri keberadaannya.

Sampai kini, nasib kapal selam Type IXD2 itu hanya dikabarkan hilang di Laut Kidul (sebutan lain untuk bagian selatan Samudra Hindia).

Berbagai catatan resmi u-boat di Jerman, U-196 dinyatakan hilang bersama seluruh 65 awaknya di lepas pantai Sukabumi sejak 1 Desember 1944. Sehari sebelumnya, kapal selam yang dikomandani Werner Striegler itu, diduga mengalami nasib nahas saat menyelam.

Kapal selam U-196 meninggalkan Jakarta pada 29 November 1944, namun kemudian tak diketahui lagi posisi terakhir mereka selepas melintas Selat Sunda. Pesan rutin terakhir kapal selam itu pada 30 November 1944 hanya "mengabarkan" terkena ledakan akibat membentur ranjau laut lalu tenggelam.

Namun dari ketidakjelasan nasib para awak U-196, ada satu nama yang dinyatakan meninggal di Indonesia. Ia adalah Letnan Dr. Heinz Haake yang makamnya ada di Kampung Arca Domas Bogor, bersama sembilan tentara Nazi Jerman lainnya.

Minim catatan mengapa jasad Haake dapat dimakamkan di sana, sedangkan rekan-rekannya yang lain tak jelas nasibnya. Hanya kabarnya, ia dimakamkan atas permintaan keluarganya.

Selama kariernya, U-196 pernah mencatat prestasi saat masih dipimpin komandan sebelumnya, Friedrich Kentrat. Kapal selam itu melakukan tugas patroli terlama di kedalaman laut selama 225 hari, mulai 13 Maret s.d. 23 Oktober 1943. Kapal tersebut menenggelamkan tiga kapal musuh dengan total bobot 17.739 GRT.

Posisi Friedrich Kentrat kemudian digantikan Werner Striegler (mantan komandan U-IT23) sejak 1 Oktober 1944, sampai kemudian U-196 mengalami musibah sebulan kemudian.

Kendati demikian, sebagian pihak masih berspekulasi atas tidak jelasnya nasib sebagian besar awak U-196. Walau secara umum mereka dinyatakan ikut hilang bersama kapal selam itu di Laut Kidul, namun ada yang menduga sebagian besar selamat.

Konon, kapal ini datang ke Amerika Selatan kemudian sebagian awaknya bermukim di Iqueque, Chile. Dari sini pun, tak jelas lagi apakah U-196 akhirnya benar-benar beristirahat di sana, apakah kemudian kapal selam itu ditenggelamkan atau dijual ke tukang loak sebagai besi tua, dll.

Seseorang yang mengirimkan e-mail dari Inggris, yang dikirimkan 14 Oktober 2004, masih mencari informasi yang jelas tentang keberadaan nasib awak U-196. Ia menduga, U-196 sebenarnya tidak mengalami kecelakaan terkena ranjau di sekitar Selat Sunda dan Laut Kidul, sedangkan para awaknya kemudian menetap di Cile.

Keyakinannya diperoleh setelah membaca sebuah surat kabar di Cile, sejumlah awak kapal selam Jerman telah berkumpul di Iqueque pada tahun 1945. Mereka tiba bersamaan dengan kapal penjelajah Almirante Latorre, yang mengawal mereka selama perjalanan dari Samudra Hindia. Di bawah perlindungan kapal penjelajah itu, kapal selam tersebut beberapa kali bersembunyi di perairan sejumlah pulau, sebelum akhirnya berlabuh di Pantai Selatan Cile.

Yang menimbulkan pertanyaan dirinya, mengapa setelah tiba di Cile, tak ada seorang pun awaknya pulang ke Jerman atau mencoba bergabung kembali dengan kesatuan mereka. Ini ditambah, minimnya kabar selama 50 tahun terakhir yang seolah-olah "menggelapkan" kejelasan nasib U-196, dibandingkan berbagai u-boat lainnya yang sama-sama beraksi di Indonesia.

Entahlah, kalau saja Dr. Heinz Haake masih hidup dan menjadi warga Negara Indonesia, mungkin ia dapat menceritakan peristiwa yang sebenarnya menimpa U-196.

Peta Lokasi Tenggelamnya U-Boat Masa PD II


U-168, komandan Helmuth Pich, tenggelamkan dua kapal dagang lawan total 6.568 GRT, 1 kapal perang sekutu berbobot 1.440 GRT, serta merusak kapal lainnya berbobot 9.804 GRT. Nasib akhir tenggelam di Laut Jawa pada 6 Oktober 1944 pada posisi 06.20LS, 111.28BT, akibat torpedo kapal selam Belanda, HrMs Zwaardvisch. Sebanyak 23 awak U-168 tewas dan 27 lainnya selamat, kemudian ditawan di Surabaya dan Australia.

U-183, komandan Fritz Schneewind, tenggelamkan empat kapal lawan total 19.260 GRT, dan satu kapal lawan berbobot 6.993 GRT. Kapal selam ini kemudian tenggelam di Laut Jawa, 23 April 1945, ditorpedo kapal selam Amerika Serikat, USS Besugo. Sebanyak 54 awak U-183 tewas dan hanya seorang yang selamat, yaitu Schneewind. Usai perang, ia tinggal di Padang, Sumbar sampai akhir hayatnya, karena ia lahir di sana 10 April 1917.

U-859, komandan Johann Jebsen, tenggelamkan tiga kapal lawan total 20.853 GRT. Tenggelam di Selat Malaka, 23 September 1944, pada posisi 05.46LT, 100.04BE, ditorpedo kapal selam Inggris, HMS Trenchant. Sebanyak 47 awaknya tewas dan 20 lainnya selamat.

U-537, komandan Peter Schrewe (27 Januari 1943-9 November 1944), tak menenggelamkan kapal musuh. Nasib terakhir, tenggelam bersama seluruh 58 awaknya pada 9 November 1944 di Laut Jawa bagian Timur Surabaya pada posisi 07.13 LS 115.17 BT, akibat serangan torpedo kapal selam AS, USS Flounder.

UIT-23, tadinya kapal selam Italia, Reginaldo Giuliani, diambilalih Jerman di Singapura, 10 September 1943. Dikomandani Werner Striegler, kapal selam ini tenggelam di Selat Malaka, karena ditorpedo kapal selam Inggris, HMS Talluho. Sebanyak 26 awaknya tewas, 14 lainnya selamat, termasuk Striegler yang kemudian mendapat kapal selam baru, U-196.

U-196 dikomandani Werner Striegler, menenggelamkan tiga kapal musuh dengan total 17.739 GRT. Nasib terakhir, hilang sejak 1 Desember 1944, di sekitar Selat Sunda dan Samudra Hindia Bagian Selatan Pulau Jawa, posisi pasti tak diketahui.

Kapal selam Jerman yang berpangkalan di Jakarta. Berikut u-boat, nama komandan, dan nasibnya:

U-168 Helmut Pich, Jakarta 4/10/1944, tenggelam 6/10/1944
U-181 Kurt Freiwald, Jakarta 19/10/1944, Jakarta 5/01/1945
U-537 Peter Schrewe, Jakarta 8/11/1944, tenggelam 9/11/1944
U-196 Werner Striegler, Jakarta 11/11/1944, tenggelam 30/11/1944
U-510 Alfred Eick, Jakarta 26/11/1944, Jakarta 3/12/1944
U-843 Oskar Herwartz, Jakarta 10/12/1944, Bergen 3/04/1945
U-510 Alfred Eick, Jakarta 11/01/1945, Prancis 24/04/1945
U-532 Ottoheinrich Junker, Jakarta 13/01/1945, menyerah
U-861 Juergen Oesten, Jakarta 14/01/1945, Norwegia 18/04/1945
U-195 Friedrich Steinfeld, Jakarta 17/01/1945, Jakarta 3/03/1945
U-183 Fritz Schneewind, Jakarta 22/04/1945, tenggelam 24/04/1945

(Kodar Solihat/”PR”)***

Selasa, 10 Mei 2011

10 Presiden AS terbaik sepanjang sejarah

1. Abraham Lincoln



"I am a firm believer in the people. If given the truth, they can be depended upon to meet any national crisis. The great point is to bring them the real facts."- Lincoln
Abraham Lincoln (12 Februari 1809 – 15 April 1865), juga dipanggil Abe Lincoln, dan panggilan lain seperti Abe Jujur dan Pembebas Agung kerana usahanya membebaskan perbudakan. Lincoln adalah seorang ahli politik dan juga Presiden Amerika Serikat ke-16 (1861 - 1865), serta presiden pertama Parti Republikan. Beliau merupakan Presiden Amerika Serikat pertama yang dibunuh karena menentang perbudakan dan memainkan peranan penting dalam pengurusan pihak Union (Kesatuan) semasa Perang Saudara Amerika seperti pemilihan jeneral termasuk Ulysses S. Grant.

2. Franklin Delano Roosevelt



"The only thing we have to fear is fear itself." - FDR
Franklin Delano Roosevelt (30 Januari 1882 – 12 April 1945) adalah Presiden Amerika Serikat ke-32 dan merupakan satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari tahun 1933 hingga 1945.
Ia salah satu tokoh abad ke-20 dan menempati urutan ketiga dalam sejarah kepresidenan Amerika Serikat. Lahir dalam keadaan berkecukupan, ia juga melewati masa-masa sakit yang membuatnya cacat. Ia menempatkan dirinya di barisan depan pendukung reformasi. Keluarga dan teman dekatnya memanggilnya Frank. Untuk warga Amerika, dia akrab dikenal sebagai FDR.Salah satu pencapaian Roosevelt yang terkenal dikarenakan kepemimpinannya membantu Amerika Serikat memulihkan diri dari masa "Depresi Hebat".
Dalam perencanaan terhadap Perang Dunia II, dia mempersiapkan AS untuk menjadi "Gudang Senjata Demokrasi" melawan kekuatan Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang, namun aspek-aspek kepemimpinannya, terutama sikapnya terhadap Joseph Stalin yang dipandang naif, telah dikritik oleh beberapa sejarawan.Akhirnya visinya tentang organisasi internasional yang efektif untuk menjaga perdamaian tercapai dengan dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa.

3. George Washington



"The nation which indulges towards another a habitual hatred, or an habitual fondness, is in some degree a slave. It is a slave to its animosity or to its affection, either of which is sufficient to lead it astray from its duty and its interest." - Washington
George Washington ialah Presiden Amerika Serikat pertama dan menjabat pada tahun 1789 sampai 1797.
Pada tahun 1776 Revolusi Kemerdekaan Amerika pecah dan Kongres Kontinental mengeluarkan Deklarasi Kemerdekaan dan memisahkan diri dari Kerajaan Inggris. Kepemimpinan George Washington berkontribusi banyak dalam keberhasilan daerah-daerah jajahan di Amerika memperjuangkan kemerdekaannya. Pada tahun 1783 Inggris mengakui kemerdekaan Amerika Syarikat, George Washington keluar dari tentara. Empat tahun kemudian pada 1787 ia menjadi Ketua Konvensi Konstitusional.
Pada tahun 1789 setelah Konstitusi disahkan, ia dipilih dengan suara bulat menjadi Presiden Amerika yang pertama. Ia menjalankan dua masa jabatan dari tahun 1789 hingga tahun 1797, didampingi oleh John Adams sebagai wakil presiden. Dalam pidato perpisahannya pada tahun 1797, ia mengatakan kepada rakyat Amerika Serikat agar meninggalkan rasa kedaerahan yang berlebih-lebihan.
Pada tahun 1799, George Washington meninggal dunia dalam usia 67 tahun di Mount Vernon, setelah tiga tahun meletakkan jabatannya sebagai presiden. Ia tidak memiliki keturunan, hanya seorang anak angkat.

4. Thomas Jefferson



"I tremble for my country when I reflect that God is just; that his justice cannot sleep forever. . . the Almighty has no attribute that can take side with us in such a contest." - Jefferson
Thomas Jefferson adalah Presiden Amerika Serikat yang ketiga dengan masa jabatan dari tahun 1801 hingga 1809. Ia juga seorang Pencetus Deklarasi Kemerdekaan (1776) dan bapak pendiri Amerika Serikat.
Thomas Jefferson adalah seorang filsuf politik yang gencar mendukung faham kebebasan liberal (liberalism), faham republik, dan pemisahan antara negara dan agama. Thomas Jefferson jugalah yang membuat desentralisasi pemerintahan di Amerika Serikat.
Pada usia 33 tahun sebagai anggota Kongres Kontinental, yaitu kongres ke-13 daerah jajahan di Amerika yang menyatakan kemerdekaan dari Inggris, Thomas Jefferson menyusun Deklarasi Kemerdekaan. Dalam pasal pendek, ia menyingkap filsafat revolusi saat itu, dan kemudian dikenal sebagai Piagam Hak-Hak Azazi Manusia.
Thomas Jefferson dua kali berturut-turut menjadi Presiden, dari 1801 sampai 1809. Sewaktu menjabat sebagai presiden Jefferson didampingi oleh Aaron Burr dan George Clinton sebagai wakil presiden.
Jefferson adalah pendukung yang bersuara kuat untuk mempeluas wilayah ke barat. Jasanya yang lain yang cukup dikenal ialah pembelian Louisiana dari Perancis pada 1803. Kala itu jajahan Perancis di Amerika Utara 'dibeli'. Pembelian itu menjadikan wilayah Amerika Serikat yang masih muda menjadi lebih dari dua kali luasnya. Sejarah membuktikan bahwa harga yang dibayar, yaitu 15 juta dollar, ternyata sangat murah. Ekspansi ini dilanjutkan dengan ekspedisi Louis dan Clark.
Pada tahun 1809 Thomas Jefferson meninggalkan Gedung Putih. Jefferson pensiun dan tinggal di Monticello untuk memikirkan proyek besarnya sebagai rancangan awal Universitas Virginia. Thomas Jefferson meninggal dunia pada tanggal 4 Juli 1826.

5. Theodore Roosevelt



"No Man is justified in doing evil on the grounds of expedience." - Roosevelt"
Theodore Roosevelt, Jr. adalah Presiden Amerika Serikat yang Ke-26. Menjabat dua kali masa jabatan di tahun 1901 hingga 1909. Sebelum menjadi presiden Roosevelt adalah wakil presiden Amerika Serikat di bawah Presiden William McKinley.
Ia tegas dalam pendiriannya bahwa negara-negara asing tidak boleh membangun pangkalan di daerah Karibia, dan Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang boleh mencampuri urusan negara-negara Amerika lain.
Pada 1905 Presiden Theodore Roosevelt menenangkan hadiah Nobel Perdamaian karena mendamaikan Rusia dan Jepang yang sedang berperang. Ia juga merupakan presiden Amerika Serikat yang pertama yang menggunakan Mahkamah Arbitrasi Intemasional di Den Haag, Belanda.
Beberapa di antara hasil usaha Presiden Theodore Roosevelt yang paling mengesankan adalah Bidang pemeliharaan alam dengan menambah luas tanah-hutan negara di bagian barat Amerika dalam jumlah yang besar.
Bidang kepentingan umum dengan mengadakan proyek-proyek irigasi besar.
Theodore Roosevelt dikenal juga dengan panggilan T.R., dan di kalangan masyarakat dikenal dengan Teddy (walaupun ia sendiri tidak menyukai nama panggilan ini). Nama boneka mainan beruang Teddy, dinamakan menurut presiden ini karena suatu kali pada saat berburu ia menolak membunuh seekor anak beruang.

6. Andrew Jackson



"It is to be regretted that the rich and powerful too often bend the acts of government to their selfish purposes." - Jackson
Andrew Jackson (15 Mac 1767-8 Jun 1845) ialah Presiden Amerika Syarikat yang ke-7. Beliau memegang dua penggal berturut-turut pada tahun 1829 - 1837. Amerika memasuki fasa penting selama 8 tahun pemerintahan Presiden Andrew Jackson, berkatnya Amerika Syarikat menjadi lebih kuat.
Pada tahun 1829 Andrew Jackson dilantik menjadi Presiden Amerika Syarikat yang ke-7. Sewaktu menjawat, beliau didampingi oleh John Caldwell Calhoun (1829-1832) dan Martin Van Buren (1832-1837) sebagai wakil presiden.Kemenangannya melambangkan kemenangan rakyat pada umumnya kerana Andrew Jackson melambangkan rasa dan harapan orang biasa. Rakyat umum menaruh kepercayaan pada dirinya dan tetap berdiri di belakangnya.Andrew Jackson pengikut parti Demokrat, yang hingga kini, tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang ditetapkannya.
Pada 4 Mac 1837, Andrew Jackson meninggalkan Rumah Putih, kala itu kekayaannya telah merudum dan kesihatannya semakin buruk.Pada 8 Jun 1845, Andrew Jackson meninggal dunia ketika usianya 78 tahun di Hermitage, Nashville, Tennessee.
Erti baru yang diberikan Andrew Jackson pada istilah "Demokrasi" tetap hidup sebagai sumbangannya yang terbesar pada masa depan.

7. Woodrow Wilson



"The history of liberty is a history of the limitations of governmental power, not the increase of it." - Wilson
Pada awal tahun 1918, sementara perang masih berkecamuk di Eropa, Woodrow Wilson membuat proposal "Enam Belas Butir"-nya yang terkenal untuk mencoba menegakkan perdamaian. Butir-butir ini menyerukan kepada bangsa-bangsa untuk menyangkal perjanjian-perjanjian rahasia dan memungkinkan orang-orang yang tertindas untuk menentukan nasib mereka sendiri secara demokratis. Enam Belas Butir yang dibuat Wilson ini juga menyerukan bahwa yang terpenting adalah mendirikan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Setelah perang berakhir pada bulan November 1918, Wilson sendiri pergi ke Paris sebagai pemimpin delegasi perdamaian Amerika. Di Inggris dan benua Eropa, ia mendapat sambutan yang luar biasa hangat. Wilson dipandang sebagai pemimpin yang berprinsip yang menempatkan kepentingan orang banyak di atas kelompok-kelompok yang mementingkan diri sendiri. Perjanjian perdamaian berlangsung brutal. Setelah lelah berdebat, Wilson menarik kembali sebagian besar dari keempat belas butirnya. Tetapi ia yakin pada konferensi perdamaian untuk menerima Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan harapan bahwa berdirinya badan ini akan mencegah timbulnya sebuah perang besar lagi.

8. Harry S. Truman



"When even one American - who has done nothing wrong -- is forced by fear to shut his mind and close his mouth, then all of Americans are in peril." - Truman
Harry S. Truman (8 Mei 1884 - 26 Desember 1972) adalah Presiden Amerika Serikat ke-33 (1945-1953). Sebelumnya, Truman menjabat wakil presiden Amerika Serikat. Ia menggantikan Franklin D. Roosevelt setelah sang presiden wafat.
Truman membuat keputusan untuk menurunkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.Dalam Perang Dunia II, ia menjadi Ketua Panitia Penyelidik Perang di Senat, yang menyelidiki pemborosan uang negara dan korupsi. Diperkirakan dalam masa jabatannya ia telah menyelamatkan uang negara sebanyak 15 milyar dollar.

9. James K. Polk



"No president who performs his duties faithfully and conscientiously can have any leisure." - Polk
James Knox Polk (2 November 1795–15 Juni 1849) tampil ke-11 sebagai Presiden Amerika Serikat (4 Maret 1845-4 Maret 1849). Polk lahir di Mecklenburg Heck County, North Carolina, namun menjalani hidup di negara Tennessee. Ketika Partai Demokrat merekrutnya, Polk menjabat Ketua DPR Amerika Serikat (1835–1839) dan Gubernur Tennessee (1839–1841) hingga menjabat sebagai presiden.
Sebagai seorang presien, James Polk adalah salah seorang Presiden Amerika Serikat yang paling efektif pada awal abad ke-19. Dalam bidang politik dalam negeri, ia mencapai semua tujuan terpenting dari Partai Demokrat.
Dalam masa kepresidenannya, James Polk memperluas wilayah Amerika Serika sampai ke lautan Pasifik.Pada tahun 1846, Inggris menyerahkan Oregon ke Amerika Serikat, wilayah ini berbatasan dengan Lautan Pasifik, sebagai gantinya Amerika menyerahkan daerah Vancouver kepada Inggris.
Pada tahun yang sama Meksiko menyerahkan daerah New Mexico dan California kepada Amerika Serikat sesudah peperangan antara Amerika dan Meksiko berakhir. Sebagai gantinya Amerika membayar 15 juta dollar kepada Meksiko dan mengambil alih tuntutan kerugian orang-orang Amerika kepada Meksiko.Pada akhir masa jabatannya, James Polk meninggalkan Gedung Putih dan pindah ke Nashville, Tennessee, di mana ia jatuh sakit. Tiga bulan setelahnya, pada 15 Juni 1849 ia meninggal dunia. James Polk dan istrinya tidak memiliki keturunan.

10. Dwight Eisenhower



"Every gun that is made, every warship that is launched, every rocket fired signifies in the final sense a theft from those who hunger and are not fed, those who are cold and not clothed" - Eisenhower
Eisenhower's semasa menjabat presiden memberikan kemakmuran besar dan keuntungan ekonomi. Eisenhower juga memberikan kunci kepemimpinan yang digunakan selama Perang Dingin.

sumber

Kamis, 21 April 2011

Raja-raja yang Mempunyai Kelakuan Menyimpang

1. Justin II
http://hermawayne.blogspot.com
Justin II adalah Eastern Roman (Byzantine) Emperor berkuasa pada 565 to 578. Justin II keponakan dari Justinian I. Justin II terkenal karena takhta berodanya dan gigitannya yang menyakiti semua orang di istana. Pada hari-hari terakhir sebagai Kaisar, dia memerintahkan kelompok musik untuk bermain sepanjang waktu untuk menenangkan pikirannya.

2. Ibrahim I
http://hermawayne.blogspot.com
Ibrahim I adalah Sultan di Kekaisaran Ottoman yang hanya berkuasa 8 tahun [1640-1648]. Tapi, berkuasa sebentar bukan berarti tak punya waktu untuk memupuk popularitas. Ibrahim I mampu membuat dirinya terkenal berkat obsesinya pada wanita gembrot. Ia kerap memerintahkan orang-orangnya untuk mencari wanita paling gemuk di dunia. Dan yang paling dicintainya adalah seorang wanita yang memiliki berat sekitar £330. Ia memanggil wanita itu dengan panggilan sayang “Sepotong Gula.” Saking cintanya, ia menjuluki wanita itu Gubernur Jenderal Damaskus.

3. Nebukadnezar
http://hermawayne.blogspot.com
Nebukadnezar, raja Babilonia [605 SM-582 SM] ini dikenal karena karya monumentalnya Taman Gantung Babilonia. Tetapi, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ia pernah hidup di padang gurun selama beberapa tahun. Menurut legenda, setelah bertahun-tahun mengkonstruksi Taman Gantung Babilonia, ia merasa tersanjung oleh Tuhan sehingga ia menghabiskan 7 tahun tinggal di alam bebas. Ia membayangkan dirinya sebagai seekor kambing, makan rumput bersama sapi. Setelah akal warasnya pulih, ia pun kembali ke istana.

4. Ludwig II dari Bavaria
http://hermawayne.blogspot.com
Ludwig II menguasai Bavaria mulai 1845 hingga 1886. Ia terkenal karena gayanya yang eksentrik dalam mengatur pemerintahan dan animonya pada seni. Ia dikabarkan menderita penyakit mental, tetapi itu tidak pernah terbukti. Namun, ia pernah berkata pada dirinya sendiri: “Aku ingin tetap menjadi teka-teki yang kekal bagi diriku sendiri dan orang lain.” Dan kematiannya pun menyisakan misteri, sementara obsesinya untuk membangun istana fantasi nan mahal tidak terwujud. Ironisnya, kastil-kastilnya saat ini menjadi objek wisata yang menguntungkan.

5. Caligula
http://hermawayne.blogspot.com
2 tahun pertama dalam pemerintahannya, Caligula dikenal sebagai kaisar moderat. Tapi, ia kemudian gila. Ia kejam, menyukai penyimpangan seksual, boros, bermewah-mewah dan tiran. Bahkan, ia berani mengklaim dirinya sebagai Tuhan. Ia mulai tampil dengan pakaian seperti dewa dan memperkenalkan dirinya sebagai Jupiter dalam acara-acara publik atau ketika ia menandatangani dokumen. Akhirnya, ia menghapus dewa-dewa kepercayaan Romawi dan menetapkan dirinya sebagai tuhan yang hidup secara fisik.

sumber

Jumat, 17 Desember 2010

Inilah Kehebatan Pasukan Pengawal Presiden Amerika [US Secret Service]

Menjaga dan mengamankan Presiden Amerika Serikat memang bukan tugas yang mudah. Sejumlah teknologi canggih dibutuhkan sekelompok pasukan khusus untuk membuat Sang Presiden merasa tentram.

Pertanyaannya, seperti apa wujud pasukan khusus tersebut? Teknologi apa saja yang wajib dipakainya selama bertugas?

Berpakaian serba hitam, dari ujung kepala hingga ujung kaki menjadi ciri khas fisik pasukan khusus Gedung Putih. Auranya yang "angker" memancarkan tekad baja dan agresi yang terkontrol untuk menciptakan situasi aman.

VIVAnews kutip dari Daily Mail, Jumat 17 Desember 2010, tim ini adalah kumpulan orang-orang terlatih dari Secret Service Emergency Response Team (ERT) yang dipersiapkan khusus untuk menjaga keamanan presiden berikut keluarganya di Gedung Putih.

Tiap anggota ERT dilengkapi dengan perlengkapan berteknologi terbaru dan dimodali senjata-senjata mutakhir dan kemampuan bertahan yang sangat matang. Tak heran, dibentuk sejak 1992, ERT memang digodok agar terampil dalam memberikan respons taktis terhadap berbagai intrusi oleh pihak asing atau musuh yang mengancam ketentraman Presiden AS dan Gedung Putih.

Seorang anggota ERT wajib menggunakan satu setel Kevlar atau bahan anti peluru di badannya. Tak cuma baju, celana bahkan rompi dan sarung tangannya pun tak mempan ditembus peluru. Di dalam rompi, tiap anggota menyimpan sebuah obor serta perangkat tambahan untuk senjatanya.


Gambar ini memperlihatkan salah satu anggota pasukan khusus yang diambil ketika menunggu President Barack Obama berjalan dari Blair House menuju White House setelah pertemuan perekonomian bersama sejumlah CEO perusahaan.

Sarung pistol yang berada di saku kanannya kemungkinan besar adalah Glock 9mm, pistol favorit yang paling sering digunakan oleh para penegak hukum dan pasukan keamanan. Mesiunya menampung 17 kali tembak.

Melengkapi Glock, anggota juga dipersenjatai dengan sub machine gun yang kemungkinan adalah FN P90 buatan Belgia, yang mana menurut ahli di spesialis anti-teror SDMS Security, satu senjata saja bisa memberondong hingga 50 kali tembakan.

Di dalam kantong yang ada di sisi kiri, kemungkinan terdapat beberapa alat pernapasan yang dibuat oleh Avon Protection asal Inggris, perusahaan yang terkenal ahli di bidang pembuatan alat pernapasan. Alat ini diharapkan bisa membantu pernapasan Sang Presiden dalam keadaan darurat atau butuh alat bantu.

Selain alat pernapasan, seorang petugas kemungkinan juga membawa satu set kacamata Night Vision. Mereka juga membawa senter dengan penerangan sangat kuat, yang bisa jadi adalah Wolfeyes 320 lumen obor, kekuatannya lebih kuat ketimbang penerangan dari lampu sebuah mobil BMW.

Rompi balistiknya mungkin setingkat NIJ Level 3A. Namun, di dalamnya berisi sejenis plat balistik yang ringan untuk meningkatkan pertahanan hingga setingkat NIJ Level 4, menurut keterangan SDMS.

Ini semua masih perkiraan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang dikoleksi dari keterangan-keterangan para ahli. Belum ada yang tahu secara detail apa spesifikasi peralatan dan senjata mutakhir yang dibawa setiap anggota pasukan khusus saat mengamankan Gedung Putih.

Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/r...a-gedung-putih

Rabu, 01 Desember 2010

10 Perusahaan Penghasil Emas Terbanyak & Terbesar 2009

Harga emas melonjak sangat tinggi bulan ini (melebihi US $ 1.123). Hal ini membuat semua pihak, dari analis sampai ibu rumah tangga, memperhatikan dengan cermat perubahan harga logam mulia ini. Semua faktor-faktor yang menyebabkan fluktuasi harga emas global seperti nilai tukar mata uang asing, faktor-faktor politik, penawaran dan permintaan, faktor-faktor ekonomi global, serta tingkat bunga, terus dipantau oleh semua lapisan masyarakat.


Di sini saya akan berbagi informasi tentang 10 perusahaan pertambangan emas terbesar di dunia yang jumlah produksi mereka benar2 mempengaruhi nilai harga emas di tingkat internasional secara signifikan.


1. Barrick Gold Corporation
Masih memegang rekor sebagai perusahaan tambang emas terbesar di dunia. Berbasis di Toronto, Kanada. Mengoperasikan 27 tambang di seluruh dunia, dan masih terus mengembangkan tambang2 lainnya, memiliki cadangan emas terpendam milik perusahaan sebanyak 138.5 million ounces (setara 3.864,4 ton; 1 ton = 35840 once)
Barrick memimpin produksi emas dengan nilai produksi 5,525 million onces dalam 9 bulan pertama di tahun 2009, dengan prakiraan produksi sebesar 7,2-7,6 millions onces dalam tahun 2009 dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 7,7-8,1 millions onces pada tahun 2010.


2. Newmont Mining Corporation
Nomor dua dunia di perusahaan tambang emas. Bermarkas di Denver, Colorado, USA. Selama 9 bulan pertama, produksi mereka emas adalah 4,715 million onces yang berasal dari 9 lokasi di seluruh dunia. Output tahunan prediksi untuk 2009 adalah berkisar antara 5,2 million onces sampai 5,4 million onces.
Untuk tahun 2010, Perusahaan mengumumkan bahwa mereka mengharapkan modal untuk meningkatkan produksi emas sekitar 5-10%, terutama sebagai hasil produksi yang lebih tinggi dari Boddington di Australia dan Batu Hijau di Indonesia.
3. AngloGold Ashanti Ltd.
Di urutan ketiga perusahaan tambang emas terbesar di dunia. Berkantor pusat di Johannesburg, Afrika Selatan. Mengoperasikan tambang di Australia, Afrika Selatan, Afrika Barat dan Amerika Selatan.
Memiliki produksi sebesar 3,417 million onces selama sembilan bulan pertama 2009. Untuk tahun ini prediksi tambang emas di 4,55 sampai 4,6 million ounces.
4. Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.
Berbasis di Arizona, Amerika Utara. Tambang mereka terletak di Amerika Utara, Amerika Selatan dan Indonesia, dengan total produksi 2.105 million ounces emas dalam 9 bulan pertama tahun 2009.
5. GoldCorp Inc.
.Berbasis di Vancouver, Kanada. Jangka waktu 9 bulan ini (berakhir September), mereka memproduksi 1,820 million ounces emas dari 16 tambangnya di seluruh dunia. Untuk tahun 2009, mereka memiliki panduan produksi emas sekitar 2,4 million ounces. 

6. Kinross Gold Corporation
Berkantor pusat di Toronto, Kanada. Selama 9 bulan pertama tahun 2009 mereka memiliki produksi emas 1,624,807 ounces yang berasal dari 9 tambang mereka di seluruh dunia.

7. Harmony 
Kantor pusat berlokasi di Randfontein Gauteng, Africa Selatan. Di 9 bulan pertama 2009, produksi emas mereka 1.46 million ounce, dari operasi di 2 negara : Afrika Selatan (utamanya berada di Witwatersrand Basin di empat propinsi, Gauteng, North West Province, Mpumalanga dan the Free State) serta di Papua New Guinea.

8. Newcrest Mining Ltd.
BErkantor pusat di Melbourne,Australia. Memiliki produksi emas sebesar 1,139,704 ounces. Newcrest mengoperasikan enam tambang , lima diantaranya berlokasi di Australia dan satu di Indonesia. 
9. Gold Fields Inc.
Berkantor pusat di Johannesburg, Afrika Selatan. Mereka beroperasi di Afrika Selatan, Ghana, Australia dan Peru. Produksi emasnya 906,000 ounces dalam 9 bulan pertama. Memiliki target untuk meningkatkan produksi sekitar 925,000 ounces pada kuartal berikut ini.

10. Lihir Gold Ltd.
Bermarkas di Papua New Guinea, dengan operasi tambang di Papua Nugini, Australia dan Afrika Barat. Selama sembilan bulan pertama 2009 mereka memiliki produksi emas sebanyak 845,000 ounces. Untuk tahun 2009 ini, perusahaan berharap menghasilkan 1 sampai 1,2 million ounces.
Sumber: http://notegolddiamond.blogspot.com/2009/11/top-10-dunia-perusahaan-penghasil-emas.htm

Senin, 29 November 2010

Asal Muasal Penyakit AIDS

http://mimpiituaku.files.wordpress.com/2009/07/french_aids_postersimg_assist_custom.jpg


Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu. (Jerry D. Gray, Dosa-dosa Media Amerika - Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat, Ufuk Press 2006 h. 192).

Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.

Teori” Monyet Hijau

1.Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.

2. “Pohon keturunan” filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui “supercomputer” di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah “melompati spesies’, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.

Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)

Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang “disponsori pemerintah AS” di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.

Kemungkinan besar HIV “masuk” ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.

Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit “resmi’). Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai saluran tempat “berjangkitnya” HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.

Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa “tak seorang pun kebal AIDS”, faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?

Keserupaan dengan FLU Burung

Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay

Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.

Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahawa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?

Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial “tertentu”. Setidaknya tahun 1997, Stephen O’Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan “virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu” dibandingkan peristiwa alamiah.

Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan “masyarakat umum” bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. “AIDS adalah penyakit gay” adalah jargon yang sering dikumandangkan media.

Setidaknya tahun 1987, Robert Gallo memberitahu reporter Playboy, David Black, “Saya pribadi belum pernah menemukan satu kasus pun (di Amerika) dimana pria terkena virus (AIDS) dari seorang wanita melalui hubungan intim heteroseksual .” Gallo melanjutkan, “AIDS tak akan menjadi bahaya yang tak bisa teratasi bagi masyarakat umum.” Apakah ini sekedar spekulasi ataukah Gallo mengetahui sesuatu yang tidak ia ceritakan?
Sumber: http://muka-aneh.blogspot.com/2009/11/asal-muasal-penyakit-aids.html