Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 10 November 2010

Sistem Kepangkatan

Pangkat Captain (Kapten Angkatan Darat)
Pada jaman itu satuan-satuan militan atau militan individu lebih umum dibandingkan dengan unit permanen yang dimiliki oleh suatu wilayah atau daerah. Muncullah istilah “mercenary armies” (mungkin sejenis dengan mercenary armies yang ada di jaman modern sekarang yaitu tentara profesional bayaran yang tidak merupakan bagian dari suatu masyarakat tertentu atau negara) di permulaan jaman modern. Mercenary armies mengenal struktur organisasi sederhana dan kepangkatan yang kaitannya dengan kewenangan terhadap unit-unit tertentu. Kepala atau ketua disebut ‘Head Man’ atau Haupmann dalam bahasa Jerman atau capitano dalam bahasa Itali, capitaneus dalam bahasa Latin yang merupakan cikal bakal dari sebutan pangkat captain (dibaca-kapten angkatan darat) adalah merupakan ‘pengusaha militer’ yang menjual jasa satuannya (kelompoknya) terhadap penawar tertinggi. Pemimpin tersebut (Captain) dibantu oleh seorang asisten yang disebut dengan “Place Holder" atau wakil yang menggantikan posisi head man sewaktu-waktu berhalangan atau disebut juga Lieutenant (dalam bahasa Prancis, lieu = place dan tenant = holder). Jadi Lieutenant arti sebenarnya adalah wakil yang juga membantu Captain (kalau begitu bisa juga disebut pembantu Captain?)

Pembantu Captain selanjutnya adalah seorang pejuang atau Nobleman (English) atau Alferez (Spanish) atau Fahnenjunker (German) yang menyandang pangkat Ensign (berasal dari bahasa Latin insignia) atau letnan muda (dalam bahasa Indonesia). Awalnya Ensign bertugas membawa bendera atau simbol tuannya dalam pertempuran, kemudian dengan tetap membawa simbol tuan-nya, seorang Ensign memimpin pasukan beranggotakan lebih kurang 500 orang. Jadi Lieutenant atau dalam bahasa Indonesia menjadi letnan adalah merupakan pangkat seorang perwira yang tugasnya sebagai wakil dan juga membantu Captain, sedangkan Ensign yang juga dapat diterjemahkan sebagai letnan juga seorang pembantu Captain.
Dalam sistem kepangkatan TNI, dikenal juga Pelda (pembantu letnan dua) dan Peltu (pembantu letnan satu). Kalau dikembalikan kepada sejarah asalnya bahwa arti seorang letnan adalah seorang wakil yang tidak lain adalah juga pembantu bagi sang Captain maka dapatkah Pelda atau Peltu diartikan sebagai ‘pembantunya pembantu?’ Atau mungkin Pelda dan Peltu berasal dari istilah pangkat ‘warrant officer’ (dalam kamus Inggris-Indonesianya Hassan Shadily diterjemahkan sebagai pangkat bintara tertinggi), yang memang dalam struktur kepangkatan TNI Pelda dan Peltu adalah merupakan sebutan bagi para bintara tinggi yang di TNI AL khususnya jumlahnya semakin sedikit.

Pangkat Warrant Officer (Pembantu Perwira)
Istilah warrant officer datang dari bahasa Perancis lama yaitu warrant yang artinya pelindung atau penjamin. Pangkat ini adanya di Angkatan Laut yang pada awalnya merupakan penjamin keselamatan kapal termasuk melayarkan kapal, perbaikan, penyiapan kapal dan lain-lain. Kalau komandan (captain kapal) tugasnya memimpin dan mengomando anak buah kapal pada saat pertempuran, warrant officer menjamin kelangsungan dan keselamatan kapal itu sendiri, sehingga awalnya terdapat banyak warrant officer seperti tukang kayu, petugas meriam, ahli operasi, navigasi dan lain-lain dalam sebuah kapal, namun diantara mereka ada yang disebut dengan Master.

Pangkat Captain Navy yang berbeda dengan Captain Army
Bagaimana pangkat Captain Navy yang berbeda dengan Captain Army serta Lieutenant Commander dan Commander menurut sejarahnya? Pada abad ke 11 dan 12 di jajaran angkatan laut Inggris Captain merupakan orang yang mengomando pasukan di sebuah kapal untuk pertempuran, sedang-kan kapal sendiri dibawah pimpinan seorang ‘Master' yang tidak lain adalah warrant officer. Captain Navy pada saat itu hakekatnya sama dengan Captain Army, dimana captain mengomando atau membawahi satu grup atau unit kecil pasukan atau kompi. Seorang Captain seperti juga dalam angkatan darat (Inggris) boleh memiliki pembantu yang disebut Lieutenant. Karena tidak ada pangkat yang lebih rendah dari Captain maka dijajaran angkatan laut Inggris terbentuklah sebutan first, second dan third lieutenant.
Mulai abad ke 15 dalam jajaran angkatan laut Inggris, seorang yang mengomando dan membawahi kapal selanjutnya disebut dengan Captain. Di tahun 1700-an, angkatan laut Inggris membedakan pangkat Captain dalam tiga golongan yaitu Post Captain, Captain dan Commander. Urutan pertama adalah Post Captain yang merupakan pangkat tertinggi dan merupakan pangkat captain yang sesungguhnya waktu itu, sejajar dengan pangkat Colonel di angkatan darat. Kedua adalah Captain merupakan sebutan umum untuk seorang komandan kapal dan yang ketiga adalah Commander. Pangkat yang terakhir ini muncul di angkatan laut Inggris sekitar akhir abad 16, yang awalnya disebut ‘Master and Commander’ (kita bisa saksikan salah satu kisahnya dalam Film Master and Commander yang dibintangi oleh Russell Crowe) merupakan perwira dibawah Captain yang punya tanggung jawab untuk melayarkan kapal. Master and Commander pada kenyataannya mengomandani sebuah kapal juga.
Dalam sejarah keangkatan lautan Inggris pada saat itu banyak kapal-kapal dagang yang, dirubah fungsinya menjadi kapal perang. Captain (post captain) yang merupakan kepanjangan tangan dari raja, punya wewenang kekuasaan terhadap kapal-kapal tersebut, hanya saja post captain yang memiliki tugas sementara tersebut tidak mengendalikan kapal dalam kesehari-hariannya. Post captain rnendelegasikannya ke komandan kapal dagang tersebut yang lebih dikenal dengan sebutan Master) yang kemudian disebut dengan commander.

Pangkat Commodore sampai Admiral (Laksamana)
Di dalam keangkatan lautan dikenal juga pangkat Commodore (Laksamana Pertama) yang menurut sejarahnya mula-mula dipakai oleh bangsa Belanda. Pada tahun 1652 ketika bangsa Belanda berperang melawan Inggris. Bangsa Belanda menginginkan seorang yang memimpin squadron, namun tidak menginginkan adanya pangkat Admiral (Laksamana) tambahan selain yang memimpin armada karena bayaran seorang admiral sangat tinggi ketika itu, sehingga mereka tidak ingin keluar uang lebih banyak lagi. Jadilah pangkat Commodore yang posisinya setingkat lebih tinggi dari Captain. Pangkat admiral sendiri adalah berasal dari istilah dalam bahasa Arab yaitu amir-al-bahr artinya Commander of the Seas atau penguasa laut. Istilah ini sendiri diperkirakan digunakan pada saat terjadi perang salib sekitar abad ke sebelas. Orang-orang Sicilia dan Genoa mengambil istilah kata Arab ini dan merubah kedalam satu kata yaitu Amiral, sedangkan orang Inggris awalnya mengeja istilah ini kedalam admyrall, kemudian menjadi admiral seperti sekarang.
Seorang Admiral akan memimpin di depan atau di posisi tengah armadanya. Apabila seorang admiral memimpin di posisi depan maka posisi tengah akan dipimpin oleh wakilnya yang dalam bahasa Latinnya adalah 'vice' atau deputy yang memiliki tugas menggantikan posisi Admiral apabila berhalangan, sehingga ‘Vice Admiral’ (Laksamana Madya) sama juga dengan Lieutenant atau Deputy Admiral. Di dalam jajaran angkatan laut Inggris terdapat wakil Vice Admiral yang posisinya pada saat memimpin armada adalah di belakang (rear) maka jadilah ‘Rear Admiral’ (Laksamana Muda) Sampai saat ini sebutan untuk pangkat Laksamana (Admiral), Laksmana Madya (Vice Admiral) Laksamana Muda (Rear Admiral), dan Laksamana Pertama (Commodore) tetap digunakan. TNI AL pernah menggunakan pangkat Commodore untuk perwira ber-pangkat bintang satu seperti Commodore Yos Sudarso.
Walaupun Amerika terlambat mengadopsi pangkat Admiral ke dalam sistem kepangkatan angkatan lautnya, kenyataannya Amerika merupakan negara (mungkin satu-satunya) yang menganugrahkan pangkat Admiral bintang lima atau yang disebut dengan Five Star Fleet Admiral. Mereka itu yang rnemperoleh Admiral bintang lima dalam angkatan laut Amerika adalah Ernest J. King, William D. Leahy. Chester W.Nimitz dan William H. Halsey.
Sedangkan pangkat Lieutenant Commander atau Lieutenant Commanding atau Lieutenant Commandant berasal dari US Navy yang merupakan komandan kapal yang memiliki meriam antara 10-20 buah meriam. Angkatan laut Inggris mengadopsi pangkat ini (Lieutenant Commander) pada tahun 1914 yang sebelumnya disebut dengan Senior Lieutenant. Pangkat ini sekarang sama dengan Major di angkatan darat.

Sebutan Pangkat Colonel (Kolonel)
Istilah pangkat kolonel (colonel) berasal dari raja Spanyol King Ferdinand. Pada abad 16 dia mengatur angkatan daratnya kedalam 20 unit yang disebut dengan colunelas atau columns yang terdiri sekitar 1000 sampai dengan 1250 pasukan dan dipimpin oleh seorang yang disebut ‘the cabo de colunela.’ atau ‘head of the column.’ atau ‘Colonel’. Selanjutnya Perancis meniru sistem ini dan dari sistem columns ini dikembangkan bentuk regiment. Perancis mengucapkannya tetap seperti tulisannya colonel. Selanjutnya Inggris meniru juga pangkat ini dan meniru cara pengucapannya Spanyol “coronel” yang kemudian berubah lagi pengucapannya menjadi ‘kernal’.
Kolonel (colonel) di Inggris dan Perancis pada saat itu juga terlibat tidak hanya dalam pertempuran tetapi juga dalam urusan lain, sehingga pada saat colonel tidak ada di tempat tugas-tugasnya digantikan sementara oleh seorang pembantu yaitu lieutenant Colonel. Lalu bagaimana dengan sejarahnya pangkat mayor?

Sebutan Pangkat Major (Mayor)
Major adalah sebuah kata Latin yang berarti ‘greater’ atau lebih besar. Maksudnya adalah lebih besar dari yang lain. Pada awalnya ‘major’ berasal dari Sergeants Major yang artinya ‘greater of the sergeants’. Walaupun sebutannya adalah Sergeant atau sersan pada saat itu Sergeant Major, adalah perwira yang menempati urutan ketiga dalam regiment atau unit sejenis. Pada saat itu para Captain yang membentuk suatu regiment akan menunjuk seseorang diantara mereka menjadi Colonel, yang lain menjadi Lieutenant Colonel dan yang ketiga adalah Sergeant Major yang mana ketiganya adalah tetap sebagai Captain di dalam kompinya masing-masing.
Tugas Mayor atau Major pada saat itu adalah sebagai wakil bagi Lieutenant Colonel yang pada saat itu menggantikan tugas Colonel karena berhalangan menjalankan tugas di lapangan. Tugas penting lain bagi seorang Mayor pada saat itu adalah membentuk unit-unit di dalam regiment dalam menghadapi pertempuran. Sehingga suara keras dalam mengomando adalah merupakan suatu persyaratan untuk jabatan Mayor pada saat itu. Sejak abad ke tujuh belas, sistem regiment menjadi sistem permanen di dalam sistem ketentaraan, sehingga Sergeant Major sebutannya disingkat menjadi Major saja. Namun pangkat Sergeant Major juga tetap ada yang merupakan pangkat tertinggi di lingkungan kepangkatan bintara.

Sebutan Pangkat General (Jendral)
Bagaimana halnya dengan pangkat tertinggi di angkatan darat sekarang ini yaitu Jenderal? Seorang pemegang komando secara keseluruhan angkatan darat disebut dengan jenderal yang asal katanya berasal dari bahasa Latin generalis yang artinya adalah sesuatu yang memegang kekuasaan terhadap keseluruhan unit dan bukan hanya terhadap sebagian angkatan darat. Pada awalnya kata Jenderal (generalis) adalah untuk mengungkapkan kata sifat yang menggambarkan seorang Captain (general) memiliki komando untuk keseluruhan angkatan darat. Captain General. Sebelum abad ke enam belas, angkatan darat hanya membentuk Jenderal apabila diperlukan dalam operasi peperangan. Seorang raja merupakan pemegang kekuasaan dan komando tertinggi, namun pelaksanaan tugas sehari-hari raja dalam hal ketentaraan akan menunjuk seorang Captain General yang bekerja atas nama raja. Bahkan ketika pangkat Colonel menjadi lebih populer. penyebutan Captain Genderal berubah menjadi Colonel General. Akan tetapi pada abad ke-18 Inggris mulai menghilangkan Colonel sehingga sebutan bagi perwira tertinggi di dalam angkatan darat Inggris adalah General. Seperti juga pangkat yang lain General memiliki wakil yang disebut dengan Lieutenant General (Letnan Jendral) yang merupakan wakil sementara pengambil alih tugas sehari-hari General apabila berhalangan atau sedang melaksanakan tugas yang lain, sehingga jabatan Lieutenant General adalah bukan merupakan jabatan permanen seperti sekarang, sehingga seorang Captain dapat menjabat sebagai Lieutenant General sekaligus komandan bagi resimennya.
Kemudian untuk pembantu pengatur tugas-tugas administratif seorang General adalah diangkat seorang Sergeant Major-General (Sersan Mayor Jendral) yang juga merupakan jabatan pada saat-saat operasi tertentu (bukan jabatan permanen). Sergeant Major General merupakan seorang perwira berpengalaman yang membawahi seluruh staf administratif dan seluruh Sergeant Major atau sama dengan chief of staff. Tugas-tugas Sergeant Major General, juga meliputi bidang logistik dan mengorganisir pasukan untuk pergerakan pada saat pertempuran, sehingga lagi-lagi persyaratan untuk ditunjuk menjadi seorang Sergeant Major General adalah suara yang keras dan lantang. Seiring dengan penghapusan Sergeant di depan pangkat Major, maka Sergeant Major General pun sebutannya menjadi Major General (Mayor Jendral) seperti sekarang. Ketiga pangkat tersebut sekarang menjadi permanen di hampir seluruh organisasi militer di dunia.
Halnya dengan pangkat Brigadier General (Brigadir Jenderal) adalah berasal dari jabatan komandan brigade. Brigade sendiri berasal dari kata Florentine 'brigare' yang juga asalnya dari kata Latin 'briga' keduanya berarti pertempuran. Brigade adalah merupakan gabungan dari beberapa regiment (biasanya tiga regiment) yang membentuk battle group (gugus tugas). Maka lengkaplah sudah empat strata Jenderal dalam ketentaraan, namun Amerika punya Jenderal bintang lima yang masih aktif (tidak dianugerahkan ke purnawirawan seperti yang pernah terjadi di TNI pada tahun 1997).

Sebutan Pangkat Jenderal Besar / Jenderal Bintang lima
Pada perang dunia ke dua, Angkatan Darat Amerika masih belum merasa cukup dengan adanya Jenderal penuh (Jenderal bintang empat), maka Amerika membuat satu pangkat baru yang diresmikan oleh kongres Amerika dengan sebutan General of the Army yang dilambangkan dengan simbol Jenderal bintang lima. Pada bulan Desember 1944 Presiden Amerika menunjuk George C. Marshall, Douglas MacArthur, Dwight D. Eisenhower and Henry H. Arnold sebagai Generals of the Army. Terakhir Omar N. Bradley memperoleh pangkat General of the Army pada tahun 1950. Bangsa Amerika malah masih menyimpan pertanyaan akan ada kali Jenderal berbintang enam? Walaupun sementara jawabannya tidak ada, tetapi bagi mereka masih memungkinkan apabila kongres Amerika menghendaki adanya pangkat tersebut. Bila mengingat tentara Amerika sekarang jumlahnya lebih dari satu juta orang. maka kemungkinan itu semakin besar.
Melihat dari sejarahnya yang cukup panjang, maka dapat dipahami bahwa seorang penyandang pangkat adalah seseorang yang telah diberikan kepercayaan oleh organisasi tentara sesuai dengan kemampuan, keahlian, kepemimpinan dan kedewasaannya. Sehingga pangkat dalam ketentaraan selain menggambarkan hierarki juga menggambarkan tanggung jawab yang diemban oleh orang yang mengembannya.

Dengan demikian dalam ketentaraan seseorang dituntut berprilaku, bekerja dan bertindak yang mencerminkan pangkat yang disandangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar